Pada suatu ketika aku bertanya kepada sahabatku..
“kawand,kenapa aku sakit seperti ini,orang yang aku sayang tidak pernah sedikitpun mengerti akan perasaanku??” lalu ia menjawab:
lupakan dia nis,kelak suatu saat kamu bakal dapetin kebahagiian yang kamu cari.,,
Lalu aku bertanya lagi padanya..
“kawand,secepat itukah ia berubah sikapnya kepadaku?”lalu ia menjawab lagi:lupakan nis,karna sesungguhnya sakit yang kamu rasakan akan menjadi kenikmatan dalam hidupmu..
Lalu aku bertanya lagi padanya…
“dengan cara apa aku dapat melupakan tentangnya kawand?”lalu ia menjawab:cari penggantinya nis, kelak dengan cara itu kamu bisa melupakannya…
Lalu aku pun menjawab: gak,aku gak bisa seperti itu…akupun menangis di hadapannya…
Dan dia mengatakan sesuatu: nis,lakukan apa yang buat hati dan pikiranmu tenang. Jika mencari penggantinya kamu gak bisa, ya gpp nis. Seperti itu jauh lebih baik.
Sesaat kemudian aku terdiam…
Lalu aku mengatakan sesuuatu padanya: “kawand,seperti itukah cinta?? Mengapa sakit seperti ini?? Jika harus sakit seperti ini,aku gak pernah mau mengenal apa arti cinta..Dia sedikitpun gak ngerti tentang aku,bahkan cewek pembual itu..
Shiittt,,,
Kita sama2 terdiam..
Lalu ia berucap seperti ini: tidakkah kamu bangga akan hatimu nis?? Tidakkah kamu bangga tentang perasaanmu kepadanya?? Bagiku kamu adalah pemenangnya nis,
Lihatlah cewek pembual itu..
Lihatlah cewek pembual itu..
Lihat,buka matamu,haruskah kamu menangisi tentang mereka yang bagiku itu palsu?? Lihat nis, masihkah kamu menangisi yang buruk seperti itu?? Lihat nis, aku yakin kamu merasakan sesuatu, sesuatu yang aku yakini kebenarannya…
Lihat nis.apakah kamu tidak malu jika kamu terus-terusan menangis seperi ini,tidakkah ia semakin merasa bangga?? Hapus air matamu,,
Semua ini sudah harus terjadi,,
Biarlah berlalu. Sekali lagi aku beritahu kamu..
Lupakan dia…!!!
Keadaan yang buat kalian seperti ini,namun caranya yang salah…
Seketika aku berhenti dari tangisku..
Lalu aku berkata: “makasih kawand, kamu slalu menenangkan pikiran dan hatiku,,
Aku yakin sekarang..
Aku yakin akan pilihanku,. Bagiku sekarang ia gak penting…
Kemudian sahabatku pun tersenyum, dan ia berkata:” tetep jadi diri kamu sendiri nis, sebenarnya cinta itu indah jika kamu mau buka pikiranmu.
Buatku yang tlah banyak mengenal cinta, cinta gak lebih akan perasaan yang tulus antara dua hati. Jika di antaranya ada yang palsu,itu bukan cinta nis,namun kemunafikan. Dan sesungguhnya hanya hatimu yang mengetahui apa yang terbaik buat hatimu. Bukan orang lain nis, hanya kamu, kamu yang dapat mengontrol hatimu sendiri,”
Nb:
Catatan ini aku tulis untuk smua sahabatku yang slalu ada dalam tangisku maupun bahagiaku,Makasih,karna kalian slalu berikan aku yang terbaik,walau mungkin aku slalu salah..
Agustus-September 2010
0 komentar:
Posting Komentar